Pelatihan Online Pengendalian Hama & Penyakit Pisang Modern
Brebes- ICARE BRMP Jawa Tengah bersama BRMP Tanaman Buah Tropika menggelar Pelatihan Virtual Peningkatan Kapasitas Personel Sektor Publik Kegiatan ICARE 2026 (19/05/26). Mengangkat tema "Pisang Sehat, Panen Melimpah: Strategi Pengendalian Hama Penyakit Modern", kegiatan ini diikuti oleh penyuluh pertanian, fasilitator lapangan, dan pelaku koperasi dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah.
Kepala BRMP Jawa Tengah, Arif Surahman, S.Pi., M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa keberhasilan budidaya pisang adalah kunci utama keberlangsungan rantai pascapanen dan pengolahan di Losari, Brebes. Beliau menekankan pentingnya penguatan kapasitas petani dan petugas agar pisang — khususnya varietas Rajanangka — tetap menjadi komoditas unggulan yang kompetitif dan bernilai tambah tinggi.
Pada sesi berikutnya, Fitri Lestari, STP, Wakil Ketua PIU ICARE BRMP Jawa Tengah, yang memaparkan perjalanan program ICARE sejak 2022. Program kerja sama Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia. Namun tantangan nyata turut disampaikan: luas tanam pisang di Losari turun drastis dari 130 hektare menjadi hanya sekitar 30 hektare, seiring meningkatnya minat petani beralih ke padi akibat subsidi pupuk dan harga gabah yang lebih menjanjikan.
Nara sumber utama oleh Lisa Oxtriana, S.Si., M.Sc., dari BRMP Tanaman Buah Tropika, Solok, Sumatera Barat. Beliau mengupas tuntas dua musuh utama petani pisang: Layu Fusarium yang menyerang dari akar ke atas, dan Layu Bakteri (Penyakit Darah) yang menyerang dari pucuk daun hingga merusak buah.
Sejumlah strategi pengendalian terpadu dipaparkan,— inovasi hasil penelitian BRMP Buah Tropika yang terbukti meningkatkan mutu dan kebersihan buah sekaligus melindunginya dari serangga pembawa penyakit. Penggunaan benih dari kultur jaringan juga sangat dianjurkan karena terbukti lebih tahan OPT dengan potensi produksi mencapai 25 kg per tandan.
Diskusi menghasilkan berbagai masukan berharga dari lapangan. Fasilitator Koperasi LLP Desa Gedungneng, Pak Wakro, melaporkan bahwa koperasinya kini memiliki beragam produk turunan pisang, semua telah bersertifikat halal dan P-IRT.
Tak hanya itu, koperasi ini bahkan tengah mengikuti pelatihan tata kelola di Koperasi Cosun, Belanda — bukti nyata bahwa petani Losari telah melangkah ke panggung internasional!
Pada puncak kegiatan, peserta terbaik dengan nilai postes sempurna 100 diraih oleh Bapak Mukhtar Sofyan, penyuluh pertanian dari Ketanggungan, Brebes.
Kegiatan ini menegaskan komitmen BRMP Jawa Tengah dalam mendampingi petani menuju korporasi pertanian pisang yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan — karena pisang bukan sekadar buah, melainkan harapan nyata bagi ribuan keluarga petani di Losari.